Halaman

Kamis, 07 Januari 2021

ADMINISTRASI SISTEM LINUX

1. Linux File Permission 

    1. Memahami Kepemilikan File :

  • Hak akses file didefinisikan secara terpisah.
  • User : Username dari orang yang memiliki file tersebut. 
  • Group : Group user yang memiliki file tersebut
  • Other : Seorang pengguna yang bukan pemilik file tersebut dan tidak termasuk dalam kelompok yang sama 

    2. Memahami Permission File 

    Ada tiga jenis izin akses di Linux, yaitu: 

  • Read ( r ) : Pada file biasa, read berarti file dapat dibuka dan dibaca. 
  • Write (w) : Pada file biasa, dapat memodifikasi file, alias menulis data baru ke file. 
  • Execute (x) : Dalam kasus sebuah file biasa dapat menjalankan file sebagai program atau shell script.  

    3. Melihat Hak Akses Fil

    Untuk melihat hak akses dari file dengan melihat daftar direktori dapat mengetikkan perintah ls –l, maka akan muncul sederet daftar direktori yang terbagi menjadi beberapa kolom. 

  • Kolom pertama : Menunjukkan jenis file dan perizinan 
  • Kolom kedua : Menunjukkan jumlah link 
  • Kolom ketiga : Menunjukkan pemilik file d.Kolom keempat : Menunjukkan kelompok pemilik file
  • Kelompok lain : Menunjukkan ukuran file dalam byte, tanggal dan waktu, modifikasi terakhir, dan nama file. 
  •     Karakter pertama menunjukkan : 
  1. d = directory
  2. - = regular file 
  3. 1 = symbolic link
  4. S = Unix domain socket 
  5. P = named pipe 
  6. C = Character device file 
  7. B = block device file 
  • Kemudian, 9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3 karakter mewakili : read, write, dan execute. 
  • Note : - = no permission

    4. Mengatur Hak Akses 

    Untuk mengatur hak akses file digunakan perintah chmod. 

Ada dua format merubah ijin akses di system operasi Linux 

  •  Menggunakan Format/Mode Angka
  •  Menggunakan Format/Mode Huruf/Simbol
2. Linux File Permission Mode Angka
 
    Dalam mode numeric, hak akses file tidak diwakili oleh karakter, sebaliknya, diwakili oleh tiga digit nomor octal. 
  • 4 = read (r) 
  • 2 = write (w) 
  • 1 = execute (x) 
  • 0 = tidak ada izin (-) 

    Untuk mendapatkan bit permission dapat menjumlahkan angka yang sesuai dengan hak aksesnya. Contohnya seperti : 

  • rwx adalah 4+2+1 = 7 
  •  rx adalah 4+1 = 5 
  • rw adalah 4+2 = 6 
  • wx adalah 2+1 = 3
3. Linux File Permission Mode huruf
    Perubahan hak akses file/direktori pada linux juga dapat dilakukan dengan menggunakan huruf dengan aturan sebagai berikut :
  • u - User pemilik file atau direktori 
  • g - User lain yang berada pada group yang sama dari user pemilik file atau direktori. 
  • o - Seluruh user selain owner dan group pemilik file atau direktori. 
  • a - Seluruh user (all). 

    Jika pada numeric mode menggunakan angkaangka, maka pada symbolic mode mempergunakan huruf yang bisa dikombinasikan. Hasilnya perintahnya lebih mudah untuk dimengerti.

Operator yang digunakan :

+

Menambah Hak Akses

-

Membuang Hak Akses

=

Equal




Kamis, 31 Desember 2020

Administrasi Dasar Linux

 Materi yang dibahasa meliputi : 

  1. File sistem hierarchy standar 
  2. Account dan username di linux 
  3. Perintah dasar dan fungsinya di sistem operasi linux
1. File sistem hierarchy standar 

Pada dasarnya semua linux memiliki struktur direktori yang sama. Struktur direktori Linux berbeda dengan struktur direktori yang ada pada Windows ataupun MS-DOS. Setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contoh bahwa direktori /bin berfungsi untuk menyimpan semua perintah dasar pada Linux. Sehingga struktur direktori di Linux disebut Filesystem Hierarchy Standard (FHS).

Kegunaan dari masing-masing Direktori:

  •    = Direktori yang berguna untuk menampung semua fileyang terdapat dalam sistem linux.
  • /bin  = Direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan
  • /boot = Direktori yang digunakan saat booting Linux.
  • /dev = Direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki komputer. misal /dev/ adalah file dari harddrive dan /dev/fd0 adalah file dari floppy 
  • /etc = Direktori yang berisi file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux. File ini biasanya dalam bentuk file naskah atau teks.
  • /home  = direktori ini digunakan untuk menyimpan semua direktori pengguna
  • /lib  = Direktori yang berisi file-file library yang dibutuhkan oleh program pada direktori root.
  • /mnt = Direktori yang berisi direktori yang dapat anda gunakan untuk memounting perangkan pheriperal yang dimiliki PC.
  • /proc = Direktori yang berisi buffer file yang digunakan untuk menginformasi proses yang sedang berjalan pada sistem linux 
  • /root =  direktori home untuk root
  • /sbin = Direktori yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux
  • /tmp = Direktori yang berisi file-file sementara 
  • /usr = Direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi kepada semua pengguna. 
  • /var =  Direktori yng berisi file data yang dapat berubah-ubah saat linux sedang dalam proses. 
2. Account dan username di linux 

ACCOUNT

Account ini terdiri dari dua macam yaitu : 
  1. Username : nama pengguna yang digunakan untuk melakukan login ke sistem operasi linux. 
  2. Password : sandi rahasia yang hanya diketahui oleh pengguna sistem operasi linux itu sendiri
USERNAME/USER ACCOUNT

Ada dua jenis username atau user account di sistem operasi Linux, yaitu : 
  1. Super user / root : biasanya ditandai dengan shell prompt # ketika masuk ke terminal. 
  2. User biasa : biasanya ditandai dengan shell prompt $ ketika masuk ke terminal.
3. Perintah dasar dan fungsinya di sistem operasi linux

Perintah Dasar Linux antara lain yaitu :
  1. su : Perintah untuk Masuk ke superuser/root 
  2. adduser namauser : Perintah untuk membuat user baru 
  3. pwd : Perintah untuk melihat posisi direktory yang aktif 
  4. mkdir namadirektory: perintah untuk membuat direktory baru. 
  5. cd namadirektory : perintah untuk pindah direktory 1 tingkat dibawah. 
  6. cd .. : Perintah untuk pindah direktory 1 tingkat di atas.
  7. ls : Perintah untuk melihat isi direktory secara global 
  8. ls -l : Perintah untuk melihat isi direktory secara detail 
  9. nano namafile : Perintah untuk membuat/edit File
  10. rmdir namadirekrory : Perintah untuk menghapus direktory kosong
  11. rm namafile : Perintah untuk menghapus file
  12. rm –r namadirektory : Perintah untuk menghapus direktory yang ada isinya.
  13. userdel namauser : Perintah untuk menghapus user
  14. cp namafilelama namafile baru : Perintah Copy file di direktory yang sama
  15. cp namafile tujuan : perintah mengcopy file ke direktory lain (urutkan dari /home/user/direktory tujuan.
  16. mv namafilelama tujuan : Perintah untuk memindahkan file ke direktory lain(urutkan dari /home/user/direktory tujuan).
  17. clear : untuk membersihkan layar dari tampilan text
  18. halt atu init 0 : untuk mematikan atau men-shutdown computer
  19. init 6 : untuk merestart komputer 

Kamis, 10 Desember 2020

Distro Linux

 SISTEM INFORMASI LINUX DAN DISTRO

LINUX
Dalam OS Linux dikenal istilah distro. Distro kependekan dari distribusi. Distro merupakan sebutan untuk sistem operasi linux dan aplikasinya, Sistem linux merupakan sistem yang terpisah-pisah (Kernel dan aplikasi/pustaka dari komunitas Free Software), Dalam sebuah distro berisi bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuat distro. 

DISTRO LINUX
  • Redhat : distribusi yang paling popular. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah. Redhat sekarang berganti nama menjadi RHEL
  • Debian : distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programmya.
  • Ubuntu : dibuat oleh perusahaan canonical pada tahun 2004. Ubuntu merupakan distribusi linux yang diturunkan dari distribusi debian.
DIREKTORI DI SISTEM OPERASI LINUX

1. /bin – User Binaries 
Direktori ini berisikan file-file eksekusi. Umumnya perintah yang digunakan oleh sistem disimpan dalam direktori ini.
Contoh : ps, ls, ping, grep, cp

2. /sbin – System Binaries
Sama halnya seperti /bin, direktori /sbin juga berisi file yang bisa dieksekusi langsung.  Tetapi, perintah-perintah linux yang terletak di bawah direktori ini biasanya digunakan oleh aministrator sistem, untuk tujuan pemeliharaan sistem.
Contoh : arp, halt, shutdown, route, swapon, iptables, reboot, fdisk, ifconfig

3. /etc – Configuration Files
Direktori ini berisikan file-file konfigurasi yang dibutuhkan oleh semua program. Selain itu juga berisi file yang dijalankan ketika startup.
Contoh : /etc/resolv.conf, /etc/logrotate.conf

4. /dev – Device Files
Direktori yang berisi file device pada komputer. Juga termasuk perangkat terminal, usb, atau perangkat yang melekat pada sistem.
Contoh : /dev/tty1, /dev/usbmon0

5. /proc – Process Information
Berisi informasi tentang proses sistem baik itu filesystem virtual dengan informasi teks tentang sumber daya sistem maupun berisi informasi tentang menjalankan proses.
Contoh : /proc/{pid},  /proc/uptime

6. /var – Variable Files
Direktori var merupakan singkatan dari Variable Files.
Direktori ini berisikan file-file log sistem (/var/log), paket dan file database (/var/lib), email (/var /mail), print queues (/var/spool), lock files (/var/lock), temporary file yang dibutuhkan saat reboot (/var/tmp), dll

7. /tmp – Temporary Files
Direktori yang berisi file-file sementara yang dibuat oleh sistem dan pengguna. File-file yang berada didalam direktori ini dihapus ketika sistem reboot.

8. /usr – User Programs
Direktori ini berisikan file-file binari, libraries, dokumentasi, dan source code dari sistem.
/usr/bin berisi file binary untuk programs. Contoh : at, awk, cc, less, scp
/usr/sbin berisi file binary untuk system administrators. contoh: atd, cron, sshd, useradd, userdel
/usr/lib berisi file libraries untuk /usr/bin dan /usr/sbin

9. /home – Home Directories
Direktori home digunakan untuk semua pengguna menyimpan file pribadi mereka berdasarkan kepemilikan (user)
Contoh : /home/oki, /home/nova

10. /boot – Boot Loader Files
Berisi file-file yang berhubungan dengan boot loader.
File Kernel initrd, vmlinux, grub files bisa ditemukan dalam direktori /boot
Contoh : initrd.img-2.6.32-24-generic, vmlinuz-2.6.32-24-generi

KATEGORI LINUX

1. Sistem Manajemen Paket 
  • Bebasis rpm
RPM adalah singkatan dari Redhat Packet Manager. Pertama kali diperkenalkan oleh Red Hat corp. Cara instalasi dapat menggunakan program yang dinamakan YUM (YellowDog Update Manager), atau RPM. Distro-distro yang menggunakan basis ini contohnya adalah Fedora Core, OpenSuse, Mandriva, IGOS Nusantara, dan CentOS.
  • Berbasis deb
Debian adalah salah satu paket manager yang memiliki basis komunitas yang sangat kuat, hal ini dapat dilihat ketika akhirnya para programmer debian memutuskan membuang mozilla firefox dalam distribusinya dan mengganti dengan IceWeasel. Distro-distro dibawah debian berkembang lebih cepat dibanding distribusi lainnya. Cara Instalasi nya dapat menggunakan program apt (advanced package tools). Distro yang menggunakan paket ini adalah debian, ubuntu, freespire, Simply MEPIS, Knoppix, Linux Mint.
  • Berbasis tgz
Slackware adalah distribusi bersejarah, karena sangat susah untuk dipelajari. Karena untuk menginstall suatu program anda harus mulai dari nol mulai dari mengekstract, kemudian mengcompile, dan mengetes apakah bisa berjalan atau tidak.

2. Cara Penggunaannya
  • Live CD
Live CD sangat menarik, karena pada intinya dengan live cd user dapat menjalankan sistem operasi yang lengkap tanpa menginstall ke dalam hardisk. Prinsip kerjanya adalah sistem operasi akan membentuk 
suatu "image" kedalam hardisk kemudian apabila anda men-shutdown OS tersebut maka "image" yang terbentuk akan di hapus. Dengan live cd user tidak perlu kawatir kehilangan OS lama. Live CD ini sangat bermanfaat untuk Demo Linux dan pembelajaran bagi para newbie. Contoh live CD adalah Ubuntu 6.10, Simply MEPIS 6.0, Freespire 1.13, Knoppix 5.1.1.
  • Install CD
Yang dimaksud install CD adalah distro linux tersebut harus diinstall terlebih dahulu baru kemudian anda dapt menggunakan distro tersebut. Distro-distro yang termasuk install CD dibagi lagi menjadi dua bagian yang besar. Terdiri dari 1 CD instalasi, dan lebih dari1 CD Instalasi. Contoh > 1 CD : Fedora Core 6 (6 CD), Open Suse (6 CD), Mandriva 2007 (4 CD), Slackware (3 CD). Sedang yang termasuk 1 CD :  Vector 5.8, Ubuntu 5.10, Zenwalk.

3. Tujuan Pembuatan

Tujuan dari remastering linux adalah induk yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Jikalau bisa memenuhi, diperlukan suatu proses atau usaha misalkan menginstall aplikasi-aplikasi yang diperlukan. Proses remastering ini membuat usaha tersebut tidak perlu dilakukan karena proses instalasi telah dilakukan oleh pengembang. Sebagai contoh adalah OSGX. OSGX dirancang dan dibuat berdasar analisis tentang perangkat lunak yang diperlukan selama belajar. OSGX diharapkan kebutuhan aplikasi mahasiswa bisa terpenuhi dengan sekali proses instalasi.

Sabtu, 28 November 2020

MANAJEMEN FILE DAN DIREKTORI

 Materi yang dibahas meliputi : 

  1. Manajemen File 
  2. File Sistem 
  3. File Sistem di Windows dan Linux 

  1. MANAJEMEN FILE

        Metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi (bagian-bagian memori). Cara memasukkan sistem file ke disk atau partisi adalah dengan cara di format.

Manfaat Manajemen File

Mengurangi resiko kehilangan file, yang disebabkan:
  1. Terhapus
  2. Tertimpa File Baru 
  3. Tersimpan di mana saja
Sasaran Manajemen File
  1. Memenuhi kebutuhan manajemen data pemakai 
  2. Menjamin data pada file adalah valid 
  3. Menyediakan penunjang masukan/keluaran beragam tipe penyimpanan
  4. Menimalkan potensi kehilangan atau kerusakan data
  5. Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran
Fungsi Manajemen File
  1. Membuat, Modifikasi, dan penghapusan file 
  2. Mekanisme pemakaian file bersama/Sharing 
  3. Kemampuan backup dan recovery 
  4. Informasi tersimpan aman dan rahasia 
  5. Menyediakan interface user-friendly

      2. FILE SISTEM


        File sistem atau sistem berkas merupakan metode penyimpanan file pada komputer atau media penyimpanan komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. 

File sistem memiliki dua bagian: 
  1. Kumpulan file yang masing-masing menyimpan data-data yang berhubungan. 
  2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem
FUNGSI FILE SISTEM
  1. Memberi nama pada berkas/file dan meletakkannya pada media penyimpanan. 
  2. Fungsi lainnya adalah sebagai konversi penamaan berkas dan peletakkan berkas pada struktur direktori. Semua sistem operasi memiliki File Sistemnya sendiri untuk meletakkan file dalam sebuah struktur hirarki. 
       3. FILE SISTEM  di WINDOWS
File sistem di windows secara garis besar terdiir dari :
  1. FAT (File Allocation Table) 
  2. NTFS (New Technology File System)
  • FAT (File Allocation Table)
    FAT File System merupakan sebuah File System yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. 
  • NTFS (New Technology File System)
    NTFS merupakan File System yang memiliki sebuah desain sederhana namun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan FAT File System.

    4. FILE SISTEM di LINUX
File sistem di Linux secara garis besar 
  1. Ext 2 (2 nd Extended) / Second Extended 
  2. Ext 3 (3 rd Extended) / Third Extended File System 
  3. Ext 4 (4 th Extended) / Fourth Extended File System 

Sabtu, 21 November 2020

Keamanan Sistem

 KEAMANAN

Keamanan sistem komputer adalah usaha untuk menjamin sumber daya agar tidak digunakan atau dimodifikasi orang yang tidak diotorisasikan.

Keamanan sistem dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Keamanan Eksternal (external security)

Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana, seperti kebakaran dan kebanjiran. 

2. Keamanan antarmuka pemakai (user interface security)

Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diizinkan mengakses program dan data yang disimpan.

3. Keamanan Internal (internal security)

Berkaitan dengan pengaman beragam kendali pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang andal tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

Masalah Keamanan.
  • Kehilangan data (data lost) disebabkan : bencana, kesalahan perangkat keras/lunak, kesalahan/kelalaian manusia.
  • Penyusup (intruder), berupa penyusup pasif dan penyusupan aktif.
  • Penyusup Pasif, penyusup yang hanya membaca data yang tidak diotorisasikan.
  • Penyusup Aktif, penyusup yang mengubah data yang tidak diotorisasikan.
KEBUTUHAN KEAMANAN
Kebutuhan keamanan sistem komputer meliputi 3 aspek, yaitu :

1. Kerahasiaan (secrecy, privasi)

Keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya  dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi, sehingga jika dimodifikasi tetap terjaga konsistensi dan keutuhan data

2. Integritas (integrity)

Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang di otorisasi.

3. Ketersediaan (availability)

Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang diotorisasi saat diperlukan.


JENIS SERANGAN KEAMANAN SISTEM

1. Interupsi/interuption

  • Sumber daya sistem komputer dihancurkan/menjadi tak tersedia/tak beguna.
  • Merupakan ancaman terhadap ketersediaan.
  • Contohnya penghancuran harddisk, pemotongan kabel komunikasi.

2. Intersepsi/interception

  • Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan.
  • Pihak tak diotorissasi dapat berupa orang/program komputer.
  • Contohnya penyadapan, mengcopy file tanpa diotorisasi.

3. Modifikasi/modification

  • Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya.
  • Merupakan ancaman terhadap integritas.
  • Contohnya mengubah nilai file, mengubah program, memodifikasi pesan.

4. Fabrikasi/fabrication

  • Pihak tak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem.
  • Merupakan ancaman terhadap integritas.
  • Contohnya memasukkan pesan palsu ke jaringan, menambah record file.

ANCAMAN KEAMANAN SISTEM

Jenis-jenis ancaman komputer :

1. Virus

Prinsip virus adalah suatu program yang dapat berkembang dengan menggandakan dirinya. Melalui mekanisme penggandaan diri ini, mekanisme virus digunakan untuk berbagai jenis ancaman keamanan sistem komputer, seperti menampilkan suatu pesan tertentu, merusak file system, mencuri data, hingga mengendalikan komputer pengguna.Virus dapat menggandakan dirinya melalui email, file-file dokumen dan file program aplikasi.



2. EMAIL VIRUS

Tipe virus yang disisipkan di attachment email, jika attachment dibuka maka akan menginfeksi komputer. Program virus tersebut akan mendata daftar alamat akun email pengguna. Secara otomatis virus akan mengcopy dirinya dan mengirim email ke daftar akun email. Umumnya akan mengirim mass email, membuat komputer menjadi lambat dan membuat down server email.



3. INTERNET WORMS 

Worms adalah sejenis program yang bisa mengcopy dan mengirim dirinya via jalur komunikasi jaringan internet. Umumnya menyerang melalu celah/lubang keamanan OS komputer. Worm mampu mengirim paket data secara terus menerus ke situs tertentu via jalur konekasi LAN/Internet. Efeknya membuat trafik jaringan penuh, memperlambat koneksi dan membuat lambat/hang komputer pengguna. Worm bisa menyebar melalui email atau file dokumen tertentu.



4. SPAM

Spam adalah sejenis komersial email yang menjadi sampah mail (junkmail). Para spammer dapat mengirim jutaan email via internet untuk kepentingan promosi produk/info tertentu. Efeknya sangat mengganggu kenyamanan email pengguna dan berpotensi juga membawa virus/worm/trojan.


5. TROJAN HORSE

Trojan adalah suatu program tersembunyi dalam suatu aplikasi tertentu. Umumnya disembunyikan pada aplikasi tertentu seperti: games software, update program, dsb. Jika aktif maka program tersebut umumnya akan mengirim paket data via jalur internet ke server/situs tertentu. Efeknya akan memenuhi jalur komunikasi, memperlambat koneksi, membuat komputer hang, dan berpotensi menjadikan komputer anda sebagai sumber Denidal of Services Attack.



6. SPYWARE

Spyware adalah suatu program dengan tujuan menyusupi iklan tertentu (adware) atau mengambil informasi penting di komputer pengguna. Spyware berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna dan mencuri data-data tertentu dikomputer pengguna untuk dikirim ke hacker.



7. SERANGAN BRUTE-FORCE

Serangan brute-force adalah sebuah teknik serangan terhadap sebuah sistem keamanan komputer yang menggunakan percobaan terhadap semua kunci yang mungkin. Pendekatan ini pada awalnya merujuk pada suatu program komputer yang mengandalkan kekuatan pemrosesan komputer dibandingkan kecerdasan manusia. Istilah brute-force sendiri dipopulerkan oleh Kenneth Thompson, dengan mottonya: "When in doubt, use brute-force" (jika ragu, gunakan brute-force). Teknik yang banyak digunakan untuk memecahkan password, kunci, kode atau kombinasi. Cara kerja metodi ini sangat sederhana yaitu mencoba semua kombinasi yang mungkin. Sebuah password dapat dibongkar dengan menggunakan program yang disebut sebagai password cracker. Password cracker adalah program yang mencoba membuka sebuah password yang telah terenkripsi dengan menggunakan sebuah algoritma tertentu dengan cara mencoba semua kemungkinan.



Kamis, 05 November 2020

MANAJEMEN MEMORY

PENGERTIAN MANAJEMEN MEMORY

    Memori manajemen adalah tindakan mengelola memori komputer. Kebutuhan utama manajemen memori adalah untuk menyediakan cara untuk secara dinamis mengalokasikan bagian-bagian dari memori untuk program atas permintaan mereka, dan membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan. Ini sangat penting untuk setiap sistem komputer canggih di mana lebih dari satu proses mungkin berlangsung setiap saat. Pengelolaan memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses.

 

Entitas Memori sendiri ada 4 macam:

1.   Used-RAM : RAM yang terpakai.

2.  Cached-RAM: RAM yang dipakai sebagai tempat simpan sementara untuk aplikasi jika dieksekusi kembali.

3.   Free-RAM : RAM yang tidak terpakai.

4.  Swap : memori tambahan menggunakan harddisk.

Pemetaan file diperlukan karena file dipetakan secara teratur sehingga bisa mendapatkan akses ke sumber daya dan metadata dari dalam memori.

 

FUNGSI MANAJEMEN MEMORI

1.       Utilitas CPU meningkat.

2.       Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.

3.       Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.

4.       Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.

5.       Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.

6.       Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.

7.       Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.

8.       Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.

 

MANAJEMEN MEMORI DENGAN SWAPING

Kemampuan memindahkan citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.


SWAP DI LINUX





STRATEGI ALOKASI MEMORI

1.     First-fit Algorithm Manajer memori menelusuri peta bit sampai menemukan ruang yang memadai untuk ditempati proses. ruang dibagi dua, untuk proses dan ruang yang tidak digunakan kecuali ketika besar ruang tepat sama dengan ukuran yang diperlukan proses.

2.  Next-fit Algorithm Penelusuran sama dengan first-fit algorithm, namun dimulai dari posisi terakhir kali menemukan segmen untuk proses.

3.   Best-fit Algorithm Algoritma mencari sampai akhir dan mengambil ruang terkecil yang dapat memuat proses.

4.     Worst-fit algorithm Selalu mencari ruang besar yang tersedia

5.   Quick-fit algorithm Hanya untuk pencatatan pada peta bit berkait. Hanya menelusuri peta bit ruang memori bukan di peta bit proses.

 

MANAJEMEN MEMORY TANPA SWAPPING

Manajemen memori tanpa kemampuan memindahkan citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.

  1. Manajemen memori untuk monoprogramming
  2. Manajemen memori untuk multiprogramming dengan pemartisan statis

Manajemen memori untuk monoprogramming 

  1. Hanya ada satu proses pada satu saat
  2. Hanya satu proses menggunakan semua memori
  3. Pemakai memuatkan program ke seluruh memori dari disk
  4. Program mengambil kendali seluruh mesin

Manajemen memori untuk Multiprogramming.      

  1. Mempermudah pemrogram
  2. Dapat memberi layanan interaktif ke beberapa user secara simultan
  3. Efisiensi penggunaan sumber daya
  4. Eksekusi lebih murah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses
  5. Dapat mengerjakan sejumlah proses secara simultan

 

MANAJEMEN MEMORY BERDASARKAN ALOKASI MEMORI

  • Alokasi memori berurutan – Masing-masing proses menempati satu blok tunggal lokasi memori yang berturutan.
  • Alokasi memori tak berurutan – Program dibagi menjadi beberapa blok atau segmen dan ditempatkan tanpa harus berdekatan. Teknik ini biasa digunakan pada sistem memori maya sebagai alokasi pagepage dilakukan secara global.

MEMORY VIRTUAL

Memory yang dapat dibuat oleh user (pengguna komputer), yang digunakan oleh aplikasi untuk menggunakan sebagian dari memori sekunder seolah-olah menggunakannya sebagai RAM fisik. Semua sistem operasi membutuhkan Virtual Memory, yang merupakan kombinasi dari RAM dan sebagian hard drive. Bagian ini biasanya disebut Swap File, Paging File, atau Pagefile.

Sistem operasi mengalokasikan sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mengambil kembali semua sumber daya agar bisa digunakan kembali oleh proses lainnya. Ketika RAM tidak cukup untuk kebutuhan komputer, Windows menggunakan Swap File secara sementara untuk menyimpan file-file, kemudian memindahkannya kembali pada RAM saat dibutuhkan. Memori virtual ini juga dapat dianggap sebagai ekstensi dari memori fisik dari sebuah komputer.

Virtual Memory merupakan sebuah memory cadangan dari sebuah memory fisik yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari sebuah proses kerja suatu sistem, mekanisme ini beroperasi dengan cara memindahkan beberapa kode yang tidak dibutuhkan ke sebuah berkas di dalam hard drive yang disebut dengan swap file, page file atau swap partition.


KEUNTUNGAN MEMORY VIRTUAL

Keuntungan dari menggunakan Virtual Memory ini antara lain: 

  1. Lalu lintas proses input dan output akan menjadi lebih rendah, sehingga proses lebih cepat
  2. Penggunaan memory fisik akan lebih sedikit
  3. Tidak akan terjadi deadlock (error system)
  4. Dapat menambah jumlah user yang akan ditangani
  5. Memory Virtual dapat diset melebihi kapasitas memory fisik

 Virtual Memory selalu dimiliki oleh sebuah sistem operasi untuk mencegah terjadinya deadlock antar aplikasi maupun sistem itu sendiri.

 

IMPLEMENTASI VIRTUAL MEMORY DI WINDOWS 10


Klik Start > File Explorer.

 Klik kanan pada This PC, kemudian klik kiri pada Properties > Advanced System Settings > buka tab Advanced > Performance.

 Klik Settings :




Pada jendela Performance Options, Pilih bagian Virtual Memory, dan klik Change:



 

Biasanya, ukuran awal dari Virtual Memory ini telah ditentukan oleh Windows. Karena itu, langkah awal di atas bertujuan untuk menghapus opsi pengaturan virtual Memory secara otomatis untuk semua drive.


Setelah dapat mengubah opsi tersebut, pilih proses berikutnya.



 

Jumat, 30 Oktober 2020

Proses dan Penjadwalan Proses


PENGERTIAN PENJADWALAN PROSES

Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme disistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.

Adapun penjadwalan bertugas memutuskan : 

a. Proses yang harus berjalan 

b. Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan 


TUJUAN PENJADWALAN PROSES

1. Supaya semua pekerjaan memperoleh pelayanan yang adil (fairness)

2. Supaya pemakaian prosesor dapat dimaksimumkan

3. Supaya waktu tanggap dapat diminimumkan, berupa waktu tanggap nyata dan waktu tanggap maya

4. Supaya pemakaian sumber daya seimbang

5. Turn arround time, waktu sejak program masuk ke sistem sampai proses selesai.

6. Efesien, proses tetap dalam keadaan sibuk tidak menganggur.

7. Supaya terobosan (thoughput) dapat dimaksimumkan 

 

TIPE - TIPE PENJADWALAN PROSES

1. Penjadwal jangka pendek (short term scheduller)

    Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama. Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

2. Penjadwal jangka menengah (medium term scheduller) 

     Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call. Proses-proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi-kondisi yang menyebabkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif. Aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan proses dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.  

3. Penjadwal jangka panjang (long term scheduller) 

     Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, perangkat masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah.

 

PENJADWALAN PROSES

3 Istilah yang digunakan pada penjadwalan proses, yaitu: 

1. Antrian

    merupakan Sejumlah proses yang menunggu menggunakan prosesor dan akan diproses sesuai dengan urutan antrian proses. Proses berada dalam memori utama

2. Prioritas

    merupakan mendahului pada antrian proses, jika proses berada di bagian belakang antrian, maka dengan pemberian prioritas, proses itu langsung berada di bagian paling depan pada antrian itu sambil menunggu sampai kerja prosesor selesai.

3. Prempsi

    merupakan mendahului pada antrian proses, jika proses berada di bagian belakang antrian, maka dengan pemberian prempsi, proses itu langsung berada di bagian paling depan pada antrian itu bahkan akan memberhentikan kerja prosessor untuk mengerjakan proses yang prempsi tersebut.

 

PERHITUNGAN PADA CARA KERJA PROSESSOR

  1. Lama proses (t) adalah lama waktu yang diperlukan untuk mengolah proses itu di dalam prosesor.
  2. Lama tanggap (T) adalah Waktu yang diperlukan untuk proses sejak mulai sampai selesai diolah oleh prosesor.

Terdapat 2 macam lama tanggap :

  • Turn around time, dengan memperhitungkan lama waktu yang digunakan untuk sebuah proses hingga keluaran.
  • Respone time, tidak memperhitungkan lama waktu yang digunakan untuk sebuah proses hingga keluaran

TEKNIK PENJADWALAN PROSESSOR

  1. Kategori penjadwalan prosessor
    • Tanpa prioritas tanpa prempsi
    • Dengan prioritas tanpa prempsi
    • Tanpa prioritas dengan prempsi
    • Dengan prioritas dengan prempsi
  2. Teknik penjadwalan prosessor
    • – Penjadwalan satu tingkat
    • – Penjadwalan multi tingkat
  3. Teknik penjadwalan satu tingkat

rumus penjadwalan :

Jika terdapat N proses serentak, serta setiap proses memiliki lama tanggap sebesar T, maka rerata lama tanggap Tr adalah :

Tr = (jumlah Ti) / N

• Waktu sia-sia (T – t), waktu yang terbuang dalam antrian atau selama terkena Prempsi.

• Rasio tanggap (Rt), Perbandingan di antara lama proses terhadap lama tanggap

• Rasio pinalti (Rp), Perbandingan diantara lama tanggap terhadap lama proses.

Rt = t/T dan

Rp = T/t

 
MACAM-MACAM ALGORITMA PENJADWALAN PROSES

1. Algortima First Come First Served (FCFS)/FIFO (First In First Out)

2. Algortima PTD/SJF (Shortest Job First)

3. Algoritma PTDP (Penjadwalan proses terpendek dipertamakan prempsi )

4. Algoritma RPTD (Ratio penalti tertinggi dipertamakan)

5. Algoritma Roun Robin

 

PENJELASAN ALGORITMA PENJADWALAN PROSES

1. Algoritma (PTPD/ FCFS/FIFO)

Merupakan algoritma penjadwalan CPU yang paling sederhana. Proses yang tiba lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu. Jika ada proses tiba pada waktu yang sama, maka pelayanan mereka dilaksanakan berdasarkan urutan dalam antrian. Proses di antrian belakang harus menunggu sampai semua proses di depannya selesai.

Setiap proses diberi jadwal eksekusi berdasarkan urutan waktu kedatangan. FIFO jarang digunakan secara tersendiri tetapi dikombinasikan dengan algoritma lain karena:

– Timbul masalah “waiting time” terlalu lama jika didahului oleh proses yang waktu selesainya lama.

– Job yang pendek harus menunggu job yang panjang

– Job yang penting harus menunggu job yang kurang penting.

Contoh :

Misalkan ada tiga proses P1, P2, P3 yang dating dengan lama waktu kerja CPU (CPU Waiting time) masing-masing sebagai berikut :

Proses           Waiting time

• P1                 24

• P2                 3

• P3                 3

Jika proses datang dengan urutan P1, P2, P3 dan dilayani dengan algoritma FIFO, maka dapat digambarkan Gantt Chart-nya :

• Dari Gantt Chart dapat diambil kesimpulan waktu tunggu untuk P1 adalah 0 milidetik, waktu tunggu untuk P2 adalah 24 milidetik, waktu tunggu P3 adalah 27 milidetik.

• Jadi rata-rata waktu tunggu (Average Waiting Time/AWT) adalah (0+24+27)/3 = 17 milidetik.

• Kemudian jika waktu kedatangan proses adalah P3, P2, P1 maka Gantt Chartnya adalah


• Turn around time (waktu penyelesaian) P3 adalah 0, P2 = 3, P1 = 6, Maka rata-rata turn around time

= (0+3+6)/3 = 3 milidetik

 

Contoh lain :

Diketahui 3 buah proses sebagai berikut:


·         Gantt chart


·         Waiting Time


 

·         AWT

Contoh soal 1:

Jika diketahui terdapat 5 macam antrian proses, yaitu A-B-C-D-E dengan waktu kedatangan semuanya 0. Lama proses berturut- turut antara lain: 5-2-6-8-3.

Pertanyaan:

o    Kapan dimulainya eksekusi dari tiap-tiap antrian proses tsb?

o    Kapan selesai eksekusinya?

o    Hitung Turn Arround Time (TA)-nya?

o    Berata rata-rata TA?

Rumus

1.      TA = Waktu Tunggu + Lama Eksekusi

2.      Rata-rata TA = ∑TA / ∑Job

3.      Waktu Tunggu = Mulai Eksekusi – Waktu Tiba

4.      Selesai Eksekusi = Mulai Eksekusi + Lama Eksekusi

 

Jawaban:


Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan:

·         Fairness, Penjadwalan FCFS adil dalam arti semantiks (dalam arti antrian)

·         Efesiensi, Penjadwalan FCFS sangat efisien dalam penggunaan pemroses

·         Waktu Tanggap, Penjadwalan sangat tidak memuaskan, karena proses dapat menunggu lama

·         Turn Arround Time, Penjadwalan FCFS tidak bagus

·         Throughput, Penjadwalan FCFS tidak bagus.

 

2. Algoritma (PTD/ SJF/SJN)

Algoritma Shortest Job First, Dasar prioritas adalah pendeknya proses. Makin pendek/singkat proses makin tinggi prioritasnya

Langkah I : tentukan urutan prioritas berdasarkan pendeknya proses yang dilayani

Langkah II : penentuan proses mana yang dilayani oleh pemroses

Setiap proses yang ada dalam ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses, maka rerata waiting time (AWT) juga menjadi pendek. Algoritma ini dikatakan optimal

 



 

3. Algoritma Penjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan Prempsi (PTDP / PSPN / SRT)

·         Penjadwalan dengan prioritas dengan prempsi

Beberapa ketentuan :

1. Prioritas berdasarkan pendeknya sisa proses

2. Diperhatikan saat proses tiba atau saat proses selesai

3. Menghitung lama sisa proses dari semua proses yang ada

4. Jika proses dengan sisa proses yang lebih pendek dari proses yang sedang dikerjakan, maka atas dasar prempsi proses yang sedang dikerjakan akan dikeluarkan dari prosesor

Contoh Algoritma Penjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan Prempsi  (PTDP / PSPN / SRT)


Penyelesaian Algoritma PTDP / PSPN / SRT

sisa                  A=5                 A=5                 A=5

B=2                 B=1                 B=0

C=9                 C=9

D=4


4. Algoritma Penjadwalan Ratio Pinalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD/ HPRN)

Penjadwalan dengan prioritas tanpa prempsi

Ketentuan Prioritas berdasarkan besarnya nilai ratio pinalti : 

Rumus ratio pinalti = Rp = ( s + t ) / t

s = waktu sia-sia (Saat selesai – Saat tiba)

t = lama proses

Tetap mendahulukan proses terpendek, namun prioritas proses panjang akan turut meningkat melalui peningkatan ratio pinaltinya.

Contoh Algoritma Penjadwalan Ratio Pinalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD/ HPRN)


Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN


Penjelasan Step 1

Pada saat 0 : hanya ada A, A diolah

Pada saat 4 : A rampung, B, C, D, E telah tiba



Penjelasan Step 2

Pada saat 6 : A dan B telah rampung


Penjelasan Step 3

Pada saat 11 : A, B, dan C telah rampung


Pada saat 15 : A, B, C, dan E telah rampung D diolah


 

3.5. Algoritma Penjadwalan Penjadwalan Putar Gelang (Roun Robin/ Time Slice)

Penjadwalan tanpa prioritas dengan prempsi

Beberapa ketentuan :

• Kuantum waktu , waktu yang digunakan oleh prosesor untuk melayani setiap proses

• Prosesor akan melayani setiap proses berdasarkan antrian

• Prosesor akan melayani sesuai dengan Kuantum waktu yang sudah ditentukan.

Pada penjadwalan RR ini Eksekusi dijalankan secara giliran berdasarkan antrian (Non – Preemptive), prosesor mengerjakan sesaat setiap proses secara berturut-turut. Proses yang telah dieksekusi tapi belum selesai akan kembali ke antrian terakhir.


CONTOH SOAL I

Jika diketahui waktu tiba proses sama yaitu 0, dengan Quantum (Q) = 2.

Hitunglah waktu Turn Arround (TA) untuk tiap-tiap proses, Total TA dan Rata-rata TA-nya?

 


JAWAB SOAL I



CONTOH SOAL II:

Misal kumpulan proses datang pada waktu 0 dengan spesifikasi :


Jika digunakan quantum time 4 milidetik, maka proses P1 mendapat 4 milidetik yang pertama, 20 milidetik berikutnya akan disela oleh proses P2 dan P3 secara bergantian, sehingga Gantt Chart-nya dapat digambarkan sbb:



Waktu tunggu untuk tiap-tiap proses :

AWT yang terjadi adalah (6+4+7)/3 = 5,66 ms

 

Contoh Algoritma Penjadwalan Penjadwalan Putar Gelang (Roun Robin/ Time Slice)


Penyelesaian Algoritma Roun Robin/ Time Slice