Halaman

Kamis, 05 November 2020

MANAJEMEN MEMORY

PENGERTIAN MANAJEMEN MEMORY

    Memori manajemen adalah tindakan mengelola memori komputer. Kebutuhan utama manajemen memori adalah untuk menyediakan cara untuk secara dinamis mengalokasikan bagian-bagian dari memori untuk program atas permintaan mereka, dan membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan. Ini sangat penting untuk setiap sistem komputer canggih di mana lebih dari satu proses mungkin berlangsung setiap saat. Pengelolaan memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses.

 

Entitas Memori sendiri ada 4 macam:

1.   Used-RAM : RAM yang terpakai.

2.  Cached-RAM: RAM yang dipakai sebagai tempat simpan sementara untuk aplikasi jika dieksekusi kembali.

3.   Free-RAM : RAM yang tidak terpakai.

4.  Swap : memori tambahan menggunakan harddisk.

Pemetaan file diperlukan karena file dipetakan secara teratur sehingga bisa mendapatkan akses ke sumber daya dan metadata dari dalam memori.

 

FUNGSI MANAJEMEN MEMORI

1.       Utilitas CPU meningkat.

2.       Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.

3.       Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.

4.       Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.

5.       Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.

6.       Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.

7.       Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.

8.       Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.

 

MANAJEMEN MEMORI DENGAN SWAPING

Kemampuan memindahkan citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.


SWAP DI LINUX





STRATEGI ALOKASI MEMORI

1.     First-fit Algorithm Manajer memori menelusuri peta bit sampai menemukan ruang yang memadai untuk ditempati proses. ruang dibagi dua, untuk proses dan ruang yang tidak digunakan kecuali ketika besar ruang tepat sama dengan ukuran yang diperlukan proses.

2.  Next-fit Algorithm Penelusuran sama dengan first-fit algorithm, namun dimulai dari posisi terakhir kali menemukan segmen untuk proses.

3.   Best-fit Algorithm Algoritma mencari sampai akhir dan mengambil ruang terkecil yang dapat memuat proses.

4.     Worst-fit algorithm Selalu mencari ruang besar yang tersedia

5.   Quick-fit algorithm Hanya untuk pencatatan pada peta bit berkait. Hanya menelusuri peta bit ruang memori bukan di peta bit proses.

 

MANAJEMEN MEMORY TANPA SWAPPING

Manajemen memori tanpa kemampuan memindahkan citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.

  1. Manajemen memori untuk monoprogramming
  2. Manajemen memori untuk multiprogramming dengan pemartisan statis

Manajemen memori untuk monoprogramming 

  1. Hanya ada satu proses pada satu saat
  2. Hanya satu proses menggunakan semua memori
  3. Pemakai memuatkan program ke seluruh memori dari disk
  4. Program mengambil kendali seluruh mesin

Manajemen memori untuk Multiprogramming.      

  1. Mempermudah pemrogram
  2. Dapat memberi layanan interaktif ke beberapa user secara simultan
  3. Efisiensi penggunaan sumber daya
  4. Eksekusi lebih murah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses
  5. Dapat mengerjakan sejumlah proses secara simultan

 

MANAJEMEN MEMORY BERDASARKAN ALOKASI MEMORI

  • Alokasi memori berurutan – Masing-masing proses menempati satu blok tunggal lokasi memori yang berturutan.
  • Alokasi memori tak berurutan – Program dibagi menjadi beberapa blok atau segmen dan ditempatkan tanpa harus berdekatan. Teknik ini biasa digunakan pada sistem memori maya sebagai alokasi pagepage dilakukan secara global.

MEMORY VIRTUAL

Memory yang dapat dibuat oleh user (pengguna komputer), yang digunakan oleh aplikasi untuk menggunakan sebagian dari memori sekunder seolah-olah menggunakannya sebagai RAM fisik. Semua sistem operasi membutuhkan Virtual Memory, yang merupakan kombinasi dari RAM dan sebagian hard drive. Bagian ini biasanya disebut Swap File, Paging File, atau Pagefile.

Sistem operasi mengalokasikan sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mengambil kembali semua sumber daya agar bisa digunakan kembali oleh proses lainnya. Ketika RAM tidak cukup untuk kebutuhan komputer, Windows menggunakan Swap File secara sementara untuk menyimpan file-file, kemudian memindahkannya kembali pada RAM saat dibutuhkan. Memori virtual ini juga dapat dianggap sebagai ekstensi dari memori fisik dari sebuah komputer.

Virtual Memory merupakan sebuah memory cadangan dari sebuah memory fisik yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari sebuah proses kerja suatu sistem, mekanisme ini beroperasi dengan cara memindahkan beberapa kode yang tidak dibutuhkan ke sebuah berkas di dalam hard drive yang disebut dengan swap file, page file atau swap partition.


KEUNTUNGAN MEMORY VIRTUAL

Keuntungan dari menggunakan Virtual Memory ini antara lain: 

  1. Lalu lintas proses input dan output akan menjadi lebih rendah, sehingga proses lebih cepat
  2. Penggunaan memory fisik akan lebih sedikit
  3. Tidak akan terjadi deadlock (error system)
  4. Dapat menambah jumlah user yang akan ditangani
  5. Memory Virtual dapat diset melebihi kapasitas memory fisik

 Virtual Memory selalu dimiliki oleh sebuah sistem operasi untuk mencegah terjadinya deadlock antar aplikasi maupun sistem itu sendiri.

 

IMPLEMENTASI VIRTUAL MEMORY DI WINDOWS 10


Klik Start > File Explorer.

 Klik kanan pada This PC, kemudian klik kiri pada Properties > Advanced System Settings > buka tab Advanced > Performance.

 Klik Settings :




Pada jendela Performance Options, Pilih bagian Virtual Memory, dan klik Change:



 

Biasanya, ukuran awal dari Virtual Memory ini telah ditentukan oleh Windows. Karena itu, langkah awal di atas bertujuan untuk menghapus opsi pengaturan virtual Memory secara otomatis untuk semua drive.


Setelah dapat mengubah opsi tersebut, pilih proses berikutnya.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar